Pawai Budaya Muhammadiyah

Minggu lalu, tepatnya 20 Mei 2010, SD tempak anak saya belajar menyelengarakan Pawai Budaya dalam rangka menyambut 4 moment sekaligus: hari pendidikan nasional, hari kebangkitan nasional, Milad SD Muhammadiyah Bodon yang ke-96, serta menyongsong Muktamar 1 Abad Muhammadiyah ke 46 di Yogyakarta awal Juli yang akan datang.

Selain pawai andong, kegiatan itu juga dimeriahkan dengan lomba peragaan busana Nusantara serta pemilihan Dimas dan Diajeng antar kelas. Tidak kurang 120 andong dihias dengan berbagai atribut, disesaki oleh anak-anak SD yang mengenakan pakaian adat Jawa, Riau, Banjar, Bali, Minang, Palembang, dll. Replika candi prambana dan Tugu Jogaja pun juga ikut diarak. Continue reading “Pawai Budaya Muhammadiyah”

Hari ini, tujuh tahun yang lalu

Maka nikmat Tuhan yang mana (lagi) yang akan engkau dustakan? Demikian salah satu ayat yang diulang hingga 30 kali dalam Surat Ar-Rahman.

Mengapa Allah mengulang-ulang ayat tersebut? Apakah manusia begitu bebal hingga diingatkan berkalai-kali? Saya yakin Allah tahu persis dengan makhluk ciptaannya ini yang mudah berbuat salah dan lupa. Karena itulah peringatan dalam bentuk kalimat tanya itu Allah firmankan berulang kali, meski kenyataanya hanya sedikit dari manusia yang mau bersyukur (wa qaliilun min ‘ibaadiyas-syakuur). Continue reading “Hari ini, tujuh tahun yang lalu”

Persidangan Mahasiswa

Persidangan dengan “terdakwa” seorang ayah dari dua anak digelar Jum’at, 4 September 2009 pukul 3 sore waktu Brisbane. Dihadapan 3 professor dan beberapa mahasiswa program doktor terdakwa diminta mepertanggungjawaban atas semua yang telah ia tulis. Bahkan, yang baru saja ia omongkan dihadapan pengunjung sore itu juga mereka pertanyakan.

Ia sudah berada di dalam ruang Millenium gedung Macrossan bebera menit sebelum mereka datang. Tumpukan “alat bukti” dan “alibi” tertata di atas meja. Sebuah laptop dan LCD projector disiapkan untuk menampilkan barang bukti tersebut. Wajahnya tampak gugup; sesekali ia membenahi pakaian yang dikenakan: baju putih bermotif kotak dimasukkan dalam celana kantoran dan dibalut jaket hitam semi jas. Perasaannya makin bertambah “nano-nano” ketika melihat lelaki tegap 60-an tahun masuk ke ruang sidang. Dia adalah “hakim” external dari kampus yang usianya jauh lebih tua dari tempat terdakwa menuntut ilmu.

Kembali ke Brisbane

Ahad ini, 3 mei 2009 saya harus meneruskan “langkah,” kembali ke Brisbane, terminal kawah condrodimuko-ku tahap 3 yang sudah aku mulai sejak oktober 2008. Satu bulan tepatnya langkah tersebut saya “pause” demi ibunda tercinta.

Setelah beberapa bulan diuji dengan rasa sakit, senin pagi 13 April 2009, wanita perkasa itu akhirnya dipanggil Yang Maha Segala-galanya, menyusul ayahanda yang telah menghadap-Nya 14 tahun yang lalu. Selamat jalan ibunda.

Doa kami selalu menyertaimu. Memenuhi harapanmu adalah kewajibanku.

Ber Idul Fitri di Kampung Halaman

Alhamdulillah, idul Ftri tahun 1429H ini kami sekeluarga bisa berkumpul bersama di rumah Ibu, tepatnya di Sumber Kidul, Ponjong, Gunungkidul. Berbagai acara kekeluargaan (trah) digelar, lengkap dengan aneka hidangan penuh selera.

Tahun ini saya juga diamanati untuk berkhutbah di Lapangan Ponjong. Doa dari segenap handai taulan sangat saya harapkan untuk kesuksesan menunaikan amanah tersebut.